summer december
jalani kehidupan yang kau cintai, dan cintai kehidupan yang kau jalani
Saturday, April 2, 2011
Thursday, March 31, 2011
KEHIDUPAN adalah sebuah PROSES
mulai hari ini, kira kira 3 minggu lagi, aku harus meninggalkan semuanya. meninggalkan rumah yang sudah 17 tahun ku tempati, meskipun keadaannya yang sangat sederhana, meninggalkan keluargaku di kota kelahiranku Rantau Prapat, dan hijrah selama kurang lebih satu bulan lamanya ke kota metropolitan Medan untuk menjalani bimbingan sebagai persiapanku mengahadapi ujian SNMPTN untuk masuk perguruan tinggi nantinya. Sebentar lagi juga, aku akan menyelesaikan sekolahku, itu mempertegas kalau aku bukan lagi seorang PEREMPUAN, tapi akan menjadi seorang WANITA. Seorang wanita harus mampu menentukan dan memutuskan akan menjadi apa kelak dirinya, harus memilih akan seperti apa jalan hidupnya, dan harus mampu menjaga dirinya agar selamat sampai ia bertemu dengan imam yang akan menjaganya dunia dan akhirat. Saat ini, mungkin bisa dikatakan kalau aku dan teman-teman seumuranku sedang mengalami masa transisi menuju dewasa karna biasanya seseorang dikatakan dewasa ketika ia sudah memasuki bangku kuliah. Sebenarnya sejak hampir setahun lalu ketika aku menghadiri acara perpisahan kelas XII di sekolahku, aku sudah menyadari kalau waktu ku sebentar lagi dan tidak sampai setahun lagi, giliranku lah yang akan duduk di bangku di bawah teratak di lapangan sekolah dengan semua teman-teman seangkatanku yang lainnya. Dan saat itu pasti kami semua akan takut kalo ternyata sang waktu berjalan terlalu cepat sampai tiba saatnya kami saling berpelukan dan menjabat tangan mengucap salam perpisahan. Dan ternyata benar! Kenyataan nya sekarang (H-18) kami sedang bersiap-siap. Kami sedang mempersiapkan OTAK dan PERASAAN kami untuk menghadapi UN (18 april) dan kemudian perpisahan (23 april) nantinya. Karna memang pada dasarnya aku adalah orang yang sentimentil dan melankolis, membayangkan hari perpisahan nanti saja aku pasti akan menangis. Karna perpisahan kali ini berbeda. Bukan seperti waktu SMP. Kali ini aku juga akan berpisah dengan keluarga dan kota kelahiranku. Padahal sebenarnya aku hanya sebulan perginya. Bagaimana kalau nanti aku sudah harus kuliah selama bertahun-tahun?
Belakangan ini, aku sudah jarang kongkow dengan RONSTA. Aku rindu saat aku, atun, dhanty, suci, ayu ngumpul bareng lagi. Bercanda lagi. Belakangan ini aku lebih sering menghabiskan waktu istirahatku di dalam kelas, dan kalau ada pelajaran kosongpun aku jarang sekali keluar kelas. Diluar jam sekolah pun aku jarang mau ikut kalau mereka ngajak keluar sekedar jalan-jalan sore. Aku terlalu larut dalam soal-soal yang ku kerjakan. Terlalu sibuk menata masa depanku yang sudah di depan mata ku. Seiring waktu aku pun merasa kalau mereka juga sudah semakin jauh dariku. Aku tak tau apa topik pembicaraan yang sering di perbicarakan, tidak tau apa rencana mereka nati malam, esok dan seterusnya, tidak tau apa saja yang sudah dialami mereka bersama-sama, dan bahkan sampai saat ini pun aku belum tau secara pasti kemana mereka akan melanjut nantinya. Aku mengerti kalau setiap hal, setiap keputusan mempunyai sisi baik dan buruknya, mempunyai konsekuensi. Setidaknya jika hari perpisahaan nati, aku tidak terlalu berat untuk berpisah dengan mereka. Walaupun sebenarnya itu tidak mengurangi kesedihanku kalau berpisah dengan mereka.
Kembali lagi aku harus berpikir dewasa. Semua yang akan kuhadapi nantinya, semua adalah proses kehidupan. Mau tidak mau, suka tidak suka, memang harus dilewati. Karna kehidupan itu adalah proses. Dan setiap prosesnya tidaklah mudah. Tak lama lagi aku dan mereka akan melewati satu proses, naik satu tahap, dan siap untuk memulai proses berikutnya dan terus menerus.
kamis, 31 maret 2011
dta
Belakangan ini, aku sudah jarang kongkow dengan RONSTA. Aku rindu saat aku, atun, dhanty, suci, ayu ngumpul bareng lagi. Bercanda lagi. Belakangan ini aku lebih sering menghabiskan waktu istirahatku di dalam kelas, dan kalau ada pelajaran kosongpun aku jarang sekali keluar kelas. Diluar jam sekolah pun aku jarang mau ikut kalau mereka ngajak keluar sekedar jalan-jalan sore. Aku terlalu larut dalam soal-soal yang ku kerjakan. Terlalu sibuk menata masa depanku yang sudah di depan mata ku. Seiring waktu aku pun merasa kalau mereka juga sudah semakin jauh dariku. Aku tak tau apa topik pembicaraan yang sering di perbicarakan, tidak tau apa rencana mereka nati malam, esok dan seterusnya, tidak tau apa saja yang sudah dialami mereka bersama-sama, dan bahkan sampai saat ini pun aku belum tau secara pasti kemana mereka akan melanjut nantinya. Aku mengerti kalau setiap hal, setiap keputusan mempunyai sisi baik dan buruknya, mempunyai konsekuensi. Setidaknya jika hari perpisahaan nati, aku tidak terlalu berat untuk berpisah dengan mereka. Walaupun sebenarnya itu tidak mengurangi kesedihanku kalau berpisah dengan mereka.
Kembali lagi aku harus berpikir dewasa. Semua yang akan kuhadapi nantinya, semua adalah proses kehidupan. Mau tidak mau, suka tidak suka, memang harus dilewati. Karna kehidupan itu adalah proses. Dan setiap prosesnya tidaklah mudah. Tak lama lagi aku dan mereka akan melewati satu proses, naik satu tahap, dan siap untuk memulai proses berikutnya dan terus menerus.
kamis, 31 maret 2011
dta
Saturday, March 19, 2011
3 tahun itu TERLALU SEBENTAR
kurang lebih sebulan lagi waktu yang ada..ya, kira-kira sebulan lagi aku akan memakai seragam abu-abu ku yang selama 3 tahun ini selalu kupakai dari hari senin sampai sabtu..dan tak terasa, sebentar lagi, seragam ku itu sudah harus 'pensiun' dan akan ku tanggalkan..setelah UN (semoga lulus 100%), kemungkinan kami tidak aktif belajar lagi dan tiggal mempersiapkan diri untuk ujian2 masuk perguruan tinggi...tapi, ada hal yang selalu terpikir olehku..tak sanggup rasanya kalau harus menghadapi perpisahan dengan mereka...dan pada akhirnya air mataku mengalir juga saat aku membayangkan hari itu...aku heran, dimana aku selama 3 tahun terakhir ini? rasanya seperti mimpi, dan sekarang aku harus menghadapi kenyataan kalau perpisahan sudah di depan mata...bagaimana ini?? kenapa waktu 3 tahun terakhir, ku jalani terasa begitu santai dan ringan..sementara 30 hari ke depan, entah kenapa ku rasa begitu berat.. semakin hari, semakin terasa hawa perpisahan itu...ada danty, atun, ayu, suci, della, icha, dian, della, lia, dan masih banyak lagi teman, sahabat, partner, dan sandaran hati selama masa abu-abu ku...aku sayang mereka semua, dan gak pernah mau berpisah sama mereka....
to : all of my friends, my bestfriend, my true bestfriends, and my 'shoulder cry on'
jangan salahkan perpisahan yang datang pada kita, ia datang untuk melengkapi pertemuan kita,,,tapi aku tak pernah menyesali pernah mengenal dan menjadikan kalian sesuatu yang berharga di hidupku... terima kasih karna bagi kalian yang juga telah menganggapku sesuatu yang berharga juga...
to : all of my friends, my bestfriend, my true bestfriends, and my 'shoulder cry on'
jangan salahkan perpisahan yang datang pada kita, ia datang untuk melengkapi pertemuan kita,,,tapi aku tak pernah menyesali pernah mengenal dan menjadikan kalian sesuatu yang berharga di hidupku... terima kasih karna bagi kalian yang juga telah menganggapku sesuatu yang berharga juga...
Saturday, October 30, 2010
Thursday, October 28, 2010
24 stunning pools
Golden Triangle Resort - Chiang Rai, Thailand
Murni’s Villa - Ubud, Bali
Phuket, Thailand
Unknown
Ubud Hanging Gardens - Bali, Indonesia
Unknown
North Narrabeen Tidal Pool - Sydney, Australia (natural)
Alila Ubud Hotel - Bali, Indonesia
Mes Amis Resort
Dreams Resort - Puerto Vallarta, Mexico
Tuscany, Italy
Turkey
Puerto Vallarta, Mexico
Hotel Villa Mahal - Turkey
Divi Little Bay Beach Resort - St. Maarten
Infinity Falls (natural)
Intercontinental Hotel - Fiji
Kandalama Hotel - Dambulla, Sri Lanka
Kempinski Hotel Ishtar - Dead Sea, Jordan
Lake Manyara Serena Lodge - Tanzania, Africa
Tat Kuang Si Waterfall - Luang Prabang, Laos (natural)
Rangali Island - Maldives
Sheraton Waikiki - Hawaii
Marina Bay Sands Hotel and Casino - Singapore
Which one do you prefer?
Subscribe to:
Comments (Atom)























































